TUGAS MARTIKULASI NWH 3
MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH
Membangun peradaban dari rumah
sangat penting sekali, karena kalau dari rumah sudah tidak kokoh maka pengaruh
dari luar akan sangat mudah untuk mempengaruhi anggota keluarga.
1. Tugas
pertama adalah menemukan potensi unik kita dan suami, mengingat kembali kenapa
kita memilihnya menjadi suami, apa yang membuat saya jatuh cinta padanya dan
apakah sampai hari ini masih bangga padanya?
● Kenapa
memilihnya sebagai suami?
Karena pemahamannya terhadap
agama bisa menjawab diskusi tentang agama yang saya tanyakan, kesederhanaanya
dan bisa meyakinkan saya untuk sama-sama berjuang merajut rumah tangga yang
samawa.
Saat membuat
surat cinta kebetulan tidak melalui tulisan tangan, rasanya berdebar mau nulis
apa? Saya putuskan menulis via WA dan beliau menjawab dengan icon Love.
Suamiku bukan
lah suami yang romantis dengan perkataan tapi selalu romantis dengan perbuatan.
● Saya selalu
bangga mempunyai suami seperti suamiku karena walaupun sifat saya yang sering
ke kanak-kanakan tapi beliau sering menanggapinya secara dewasa, bangga karena
tak pernah mengeluh lelah untuk mencari nafkah dan selalu jadi imam yang baik
bagi keluarga.
2. Apa
keunikan positif yang kita miliki, mengapa allah menciptakan kita ke muka bumi
ini? Sampai kita berjodoh dengan suami kita? Apa pesan rahasia Allah terhadap
diri kita?
Keunikan positif
yang saya miliki adalah mempunyai sifat pemaaf, selalu ingin menambah
pengetahuan, senang berdiam diri di rumah saat pulang dari kegiatan, senang
membaca dan mulai menemukan passion menulis.
Pesan rahasia Allah
sampai saya berjodoh dengan suami adalah agar tetap bisa memakmurkan madrasah
yang di rintis sebelum saya menikah. Allah mentaqdirkan saya tetap berada di
lingkungan masjid ini.
● Anak yang
pertama, Syafiq ( 9,9 tahun ) adalah
anak yang penurut tidak banyak menuntut dan selalu mengerti keadaan orangtua,
meskipun kadang emosinya meledak-ledak saat marah, ini karena pola asuh saya
yang salah sewaktu dia di bawah 5 tahun. Tipe anak audio visual ini kurang suka
baca buku jadi kalo menghapal harus cara tanya jawab.
● Anak yang
kedua, Aslam (6,3 bulan) adalah anak yang cepat menghafal dan berhitung tidak
pernah diajarkan tapi disekolah kemampuannya cepat berkembang. Anak ini tipe
audio visual juga lebih mudah menghapal dengan mendengarkan.
● anak yang
ketiga, sahla ( 4 tahun ) adalah anak audio kinestetik yang kurang nyaman kalau duduk diam
lama, kemampuan verbal dan motorik melebihi kakak-kakaknya pada usia yang sama,
harus hati-hati melakukan perbuatan ataupun bicara karena cepat meniru dan
hafalan surat lebih cepat dengan cara mendengarkan.
Allah selalu
punya cara lain untuk membuat hamba Nya mempunyai hidup yang bermanfaat. Di lingkungan
ini kami bisa mengembangkan madrasah, ikut aktif di organisasi keagaamaan, dan
saya bisa berperan di dunia menulis.
Mudah-mudahan
apa yang Allah amanahi untuk kami bisa kami pertanggung jawabkan di dunia dan
akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar